Dapatkan informasi secara realtime dengan mengikuti kami di Blogger   or Google News

Treatment Planning System (TPS)

Treatment Planning System (TPS) merupakan sistem komputer yang digunakan dalam radioterapi untuk membuat perencanaan penyinaran secara akurat.
Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated

 


Treatment Planning System (TPS)

Treatment Planning System (TPS) merupakan sistem komputer yang digunakan dalam radioterapi untuk membuat perencanaan penyinaran secara akurat. TPS berfungsi menghitung dan menampilkan distribusi dosis radiasi yang optimal sehingga dosis yang diberikan dapat memaksimalkan penghancuran sel kanker sekaligus meminimalkan paparan pada organ sehat di sekitarnya. Sistem ini terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan sistem koneksi yang saling terintegrasi dalam proses perencanaan terapi.

Proses pembuatan TPS dimulai dengan pemasukan data pasien seperti identitas dan diagnosis, kemudian dilanjutkan dengan penggambaran kontur berdasarkan data simulator, CT Simulator, maupun CT diagnostik. Kontur yang dibuat meliputi kontur tubuh (body contour), volume target seperti GTV, CTV, dan PTV, serta organ kritis (Organ at Risk/OAR). Setelah itu dilakukan pemasukan data penyinaran (beam input) yang mencakup ukuran lapangan radiasi, kedalaman target, sudut gantry, sudut kolimator, blok radiasi, marker, dan dosis yang direncanakan.

Tahap berikutnya adalah kalkulasi dosis oleh komputer TPS untuk menghasilkan distribusi dosis dalam bentuk kurva isodosis, nilai dosis maksimum (Dmax), perhitungan Monitor Unit (MU) pada LINAC, waktu penyinaran pada pesawat Cobalt-60, serta estimasi dosis yang diterima organ kritis. Dalam perhitungannya, TPS menggunakan dua metode utama yaitu Forward Planning, dimana parameter penyinaran ditentukan terlebih dahulu kemudian dihitung distribusi dosisnya, serta Inverse Planning, dimana dosis target dan batas dosis organ sehat ditentukan terlebih dahulu kemudian komputer menghitung konfigurasi penyinaran yang paling sesuai. Metode inverse planning banyak digunakan pada teknik IMRT.

Setelah proses perhitungan selesai dilakukan optimalisasi menggunakan Dose Volume Histogram (DVH). DVH digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara dosis dan volume target maupun organ kritis sehingga dapat diketahui apakah distribusi dosis telah memenuhi tujuan terapi. Hasil TPS kemudian harus melalui proses approval oleh fisikawan medis dan dokter onkologi radiasi sebelum dapat digunakan untuk terapi pasien.

Output yang dihasilkan TPS meliputi data lapangan penyinaran, waktu penyinaran, kurva isodosis, DVH, data blok radiasi, serta Digitally Reconstructed Radiograph (DRR) yang merupakan rekonstruksi digital dari citra CT. Hasil TPS selanjutnya diimplementasikan ke simulator, CT Simulator, atau langsung ke pesawat penyinaran untuk dijadikan acuan dalam proses terapi.

Secara keseluruhan, TPS merupakan komponen yang sangat penting dalam radioterapi modern karena memungkinkan perencanaan penyinaran yang kompleks dilakukan secara akurat dan efisien. Keberhasilan TPS tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga oleh kompetensi tenaga profesional yang mengoperasikan, mengevaluasi, dan melakukan quality control terhadap hasil perencanaan tersebut.

Preview PPT
Related Posts
Baca juga :

About the Author

Lecturer in Diagnostic Radiography & Radiotherapy

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.